Warga Ulaweng Menggelar Ritual “Mappaddaung Arajang”

801

Bone_Klipnews.com Pesta Rakyat Pangadereng ri Tana Galung ds Galung Kec Ulaweng yang dilaksanakan pada hari Senin 9 Desember 2019 merupakan budaya turun temurun dari kerajaan Ulaweng dimasa lampau.

Meskipun pernah tidak dilaksanakan lagi namun dengan inisiasi Andi Ikhwan Burhanuddin camat Ulaweng pada tahun 2004 silam, pesta Rakyat Pangadereng ri Tana Galung akhirnya kembali dilestarikan hingga hari ini kembali digelar.
Pesta Rakyat Pangadereng ri Tana Galung ini ditandai dengan mengarak arajang yang merupakan pusaka Selendang, Pedang,
Sarung dan Potongan Rambut Ke tengah kerumunan warga, ritual mammemmang dan tari maggiri oleh para Bissu turut menjadi pelengkap acara yang sangat disakralkan masyarakat Ulaweng.

Dalam acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat Pemda dan tokoh masyarakat diantaranya, ketua dewan adat Andi Baso Hamid kadis kebudayaan, kadis Tarkim, kadis, kadis sosial Pemerintah kabupaten Bone. Selain itu juga dihadiri pejabat Tripika kecamatan Ulaweng .
Menurut kepala desa Galung Abd Rahman sekaligus Pelaksana kegiatan Pesta Rakyat Pangadereng ri Tana Galung mappaddaung arajang ini merupakan kecintaan masyarakat terhadap leluhur mereka dan berharap kedepan dapat terus dilaksanakan.

Senada dengan itu, Andi Ikhwan Burhanuddin selaku Tokoh Masyarakat asal Ulaweng Memandang Ritual Sakral yang dipertahankan masyarakat kecamatan Ulaweng tersebut sangat perlu dijaga untuk terus dilestarikan, dan tentunya ini bukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama, karena masyarakat Ulaweng dari dulu dikenal sangat religius.

Sementara itu Budayawan Andi Yushan Petta Tappu menegaskan pesta Rakyat Pangadereng ri Tana Galung mappaddaung arajang adalah berasal dari kata daung atau daun yang bermakna menjaga, merawat atau melestarikan kerajaan. Maka sudah sangat tepat ritual arajang yang digelar masyarakat Ulaweng kali ini bertujuan melestarikan budaya.

loading...