Pelaku Pencemaran lingkungan Sungai Cabalu dilaporkan Kepolisi

365
Kasat Reskrim Polres Bone iptu Mohammad Pahrum membenarkan telah menerima pengaduan masyarakat Kelurahan Mattirowalie.

Bone_Klipnews.comĀ Setelah aktivitas produksi industri tahu Cabalu dihentikan oleh DLHD Kabupaten Bone dan Pemerintah Kelurahan Mattirowalie kini giliran Masyarakat Pemerhati Lingkungan bersama LSM Latenritta melaporkan secara resmi pemilik industri tahu Cabalu ke Polres Bone terkait dugaan pencemaran lingkungan, Rabu 26 November 2019.

Pengaduan Masyarakat Kelurahan Mattirowalie kepada Polisi tersebut berdasarkan data dan keterangan sejumlah pihak yang menemukan aktifitas produksi tahu Cabalu milik Wahid menyalahi standar operasional prosedural SOP sistem instalasi pengolahan air limbah IPAL sebagaimana diatur dalam perijinan Dinas Lingkungan Hidup Daerah DLHD Kabupaten Bone.

“Kami melihat ini sangat serius dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan kesengajaan pihak Industri Tahu Cabalu yang secara sengaja membuang limbahnya tanpa melalui IPAL ke lingkungan Masyarakat Kelurahan Mattirowalie hingga ke aliran Sungai Cabalu, akibatnya masyarakat terdampak bau menyengat dan kesulitannya mendapatkan air bersih dari aliran Sungai, kami minta penyidik Kepolisian Resort Bone segera melakukan langkah hukum terhadap pemilik industri tahu tersebut”

Sedikitnya 70 Warga Kelurahan Mattirowalie turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan pengaduan proses hukum yang dilampirkan dalam dokumen pengaduan ke pihak yang berwajib.

Lampiran tanda tangan warga Kelurahan Mattirowalie yang menurut proses hukum terhadap pelaku pencemaran lingkungan. Dok Klipnews.com Kamis 27 November 2019

Sementara itu kasat Reskrim Polres Bone iptu Mohammad Pahrum, SH., M.Hum. membenarkan laporan masyarakat tersebut. “Iya kami sudah terima pengaduannya, saat ini kami tengah mengumpulkan bukti-bukti terkait laporan tersebut dan jika sudah cukup kami akan segera melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap terlapor”

Sebelumnya pada Senin 25 November 2019 Dinas Lingkungan Hidup Daerah DLHD Kabupaten Bone bersama Pemerintah Kelurahan Mattirowalie mendapatkan fakta ditemukan tiga bak penyaring air limbah tidak berfungsi sehingga air limbah hasil produksi langsung dibuang melalui saluran drainase yang bermuara ke Sungai, hal tersebut diyakini menjadi menyebabkan tercemarnya lingkungan sekitar Menurut Muhammad Aspar Kepala seksi Pengawasan dan Penegakan Hukum DLHD Kabupaten Bone.

Warga lingkungan Cabalu yang bermukim disekitar industri Tahu milik pak Wahid sebenarnya sudah lama mengeluhkan bau menyengat yang diakibatkan pembuangan limbah industri tahu tersebut namun warga masih dapat memaklumi lantaran jika hujan turun bau menyengat tersebut akan hilang seiring aliran air di selokan, namun saat memasuki musim kemarau bukan hanya bau menyengat yang dirasakan, melainkan air sungai Cabalu yang selama ini menjadi sumber air bersih warga ikut tercemar sehingga tidak dapat digunakan lagi.

Warna Air sungai Cabalu berubah menjadi hijau keruh dan berbau setelah dialiri limbah industri tahu. Foto Kilipnews.com Minggu 24 November 2019.
loading...