Lurah Mattirowalie: Segera Perbaiki Pegolahan Limbah Industri Tahu Bapak

127

Bone_Klipnews.com

Saluran buang limbah industri tahu milik pak Wahid. Dok Klipnews.com 25 November 2019
Warna Air sungai Cabalu berubah menjadi hijau keruh dan berbau setelah dialiri limbah industri tahu. Foto Kilipnews.com Minggu 24 November 2019.

keluhan warga terkait limbah industri tahu di kelurahan Mattirowalie, Pemerintah Kelurahan Mattirowalie bersama aparat Babinsa dan sejumlah perangkat kelurahan mendatangi lokasi pabrik tahu milik Pak Wahid Senin 25 November 2019.

Mereka mendapatkan sejumlah fakta yang mencengangkan pada saluran buang limbah industri tahu tersebut yang diduga tidak melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Irma Iskandar Lurah Mattirowalie mendesak pemilik industri tahu untuk segera memperbaiki sistem pengolahan limbah mereka.
“Kami sudah minta untuk perbaiki saluran limbahnya, dan dia janji segera perbaiki”.

Sementara itu Ketua LSM Latenritta Mukhawwas Rasyid yang juga turun melakukan pengecekan dilokasi menemukan fakta serupa, sejumlah pipa saluran buang limbah tidak berfungsi bahkan terdapat pipa yang patah dan melengkung, hal tersebut mengakibatkan aliran air limbah tidak mengalir dengan baik melalui pipa. Tidak cukup sampai disitu pada pangkal pembuangan limbah dari bak pengolahan IPAL ditemukan sejumlah saluran air yang mengalir tidak melalui saluran buang IPAL. Ini menandakan IPAL milik industri tahu tersebut tidak berfungsi dengan baik. “Diduga kuat IPALnya tidak berfungsi karena ada saluran air yang keluar tidak melalui saluran buang bak IPAL, selain itu air yang dibuang keruh dan berbau ini dipastikan tidak sesuai standar pengolahan IPAL”.
Usaha Tempe dan Tahu milik pak Wahid ini akan berhadapan dengan undang undang nomor 18 tahun 1999 Tentang Pengolahan Limbah dan undang undang nomor 18 2008 Tentang Pengolahan Sampah.

loading...