Warga Cabalu Keluhkan Limbah Industri Tahu

318

Bone_Klipnews.com Limbah Industri Tahu Wahid di kelurahan Mattirowalie kecamatan Tanete Riattang barat kab Bone diduga telah mencemari lingkungan pemukiman warga di kelurahan Mattirowalie kecamatan Tanete Riattang barat.

Pihak industri diduga membuang limbah cair industri tahu mereka melalui saluran air (drainase) ke sungai Cabalu. Dugaan tersebut dikuatkan dengan temuan saluran buang air limbah langsung mengalir ke selokan meskipun ada pipa saluran yang disediakan didalam saluran drainase.

Menurut sejumlah warga Minggu 24 November 2019Saluran Limbah Industri Tahu Wahid yang diduga Tidak melalui pengolahan yang baik dok Klipnews.com Minggu 24 November 2019 sudah 3 tahun terakhir sudah mencium bau busuk yang menyengat dari drainase pembuangan limbah cair industri tahu tersebut. Tidak hanya itu warga akhir2 ini juga mengeluhkan air limbah telah mencemari air sungai Cabalu yng sehari hari warga gunakan sebagai sumber air Tutur Muhtar warga Mattirowalie.
Erni salah satu warga Mattirowalie juga mengatakan akibat limbah cair industri tahu tersebut mengakibatkan air sungai yang selama ini jernih dan dapat digunakan sebagai sumber air bersih kini telah berubah warna menjadi keruh dan berbau busuk sehingga tidak dapat lagi digunakan sebagai air bersih.
Sedikitnya terdapat 30 kepala rumah tangga warga yang bermukim disekitar mengeluhkan bau dan keruhnya air sungai Cabalu. Melalui Lembaga Swadaya Masyarakat Latenritta meminta pemerintah untuk memberikan solusi, jika tidak warga mengancam akan melakukan Upaya hukum tegas Mukhawwas.
Sementara itu pihak industri tahu Wahid saat dikonfirmasi enggan memberikan jawaban dengan alasan pihak pimpinan mereka sedang diluar kota, mohon maaf saya tidak bisa memberikan penjelasan karena bapak sedang diluar kota, silahkan datang lagi besok atau lusa.tutur ibu Wahid.
Terkait dugaan pencemaran lingkungan Pihak BLHD kabupaten Bone menegaskan akan segera melakukan pengecekan dilapangan, jika memang ditemukan pelanggaran maka akan diberi sanksi ke pihak perusahaan hingga pencabutan ijin pungkas Andi Habibie.

loading...