Pemilik Pabrik Tahu Cabalu: Warga Mana Yang Terdampak Limbah Kami..?

315

Menanggapi keluhan warga Mattirowalie terkait dugaan pencemaran limbah industri tahu milik Pak Wahid, pemilik industri balik bertanya dan menantang saat dikonfirmasi oleh wartawan, “warga mana yang terdampak limbah kami, dan apa benar limbah kami yang mencemari sungai.. saya tidak bisa memberikan penjelasan yah.. karena bapak lagi keluar kota” tutup ibu Wahid

Warna Air sungai Cabalu berubah menjadi hijau keruh dan berbau setelah dialiri limbah industri tahu. Foto Kilipnews.com Minggu 24 November 2019.

.

Sementara itu Erni salah satu warga kelurahan Mattirowalie mengeluhkan bau yang menyengat dari limbah industri tahu yang mengalir di saluran air (simburangnge) menuju sungai Cabalu. Tidak hanya itu air sungai Cabalu yang sebelumnya jernih dan dimanfaatkan warga setempat sebagai sumber air bersih,kini menjadi keruh dan berbau sehingga tidak dapat dimanfaatkan warga, terlebih di musim kemarau.
“Air sungai yang selama ini kita pakai, sekarang sudah keruh dan bau, tidak bisa kita pakai untuk bersih-bersih”

Ketua LSM Latenritta Mukhawwas Rasyid menegaskan pihaknya saat ini tengah menghimpun data untuk melanjutkan pengaduan warga Mattirowalie ke pihak yang berwenang. “Sementara ini kami tengah menerima pengaduan warga dan memang dari data yang masuk dugaan kesalahan pengolahan limbah industri tahu milik pak Wahid di Cabalu tersebut sehingga mencemari lingkungan warga setempat”

loading...