Ini Daftar Pejabat Indonesia yang Menjadi Target Pembunuhan

82

Menjadi pejabat publik belum tentu disukai banyak orang. Sebaliknya justru banyak orang yang malah tidak suka dengan sikap dan kebijakannya yang dianggap tidak sesuai atau penuh kontroversi.

Maka tak heran, setiap ke mana pun pejabat pergi harus mendapat pengawalan ekstra ketat, karena khawatir sewaktu-waktu keselamatan mereka terancam oleh orang-orang yang hendak ingin mencelakainnya.

Di Indonesia sendiri, ada juga sejumlah kasus di mana pejabat menjadi target serangan dari orang tak dikenal yang ingin membunuhnya. Berikut daftar kasus ancaman pembunuhan pejabat Indonesia yang berhasil digagalkan:

1. Presiden Sukarno

Presiden Sukarno juga berulang kali menjadi target pembunuhan. Sukarno nyaris ditembak bahkan dilempar granat. Kejadian itu terjadi pada 30 November 1957 saat Sukarno datang ke Perguruan Cikini (Percik), tempat bersekolah putra-putrinya, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik.

Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal presiden. Sukarno sendiri beserta putra-putrinya selamat. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII.

Percobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno kembali terjadi pada 9 Maret 1960. Tepat siang bolong Istana presiden dihentakkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23 mm pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar.

Maukar adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Sukarno. Untunglah Sukarno tak ada di situ. Sukarno tengah memimpin rapat di gedung sebelah Istana Presiden.

Lalu, 7 Januari 1962. Presiden Sukarno tengah berada di Makassar juga mengalami pencobaan pembunuhan. Malam itu, ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin.

Ketika itulah, saat melewati jalan Cendrawasih, seseorang melemparkan granat. Granat itu meleset, jatuh mengenai mobil lain. Sukarno selamat. Pelakunya Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati.

2. Matori Abdul Djalil

Kejadian percobaan pembunuhan juga pernah dialami oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Matori Abdul Djalil. Ia dibacok seorang laki-laki di halaman rumahnya sehingga kepala bagian belakang dan lengannya luka parah. Kejadian itu berlangsung pagi sekitar pukul 08.30 WIB pada tahun 2000.

Saat itu Matori yang mengenakan kain sarung melihat tukang yang sedang merenovasi rumahnya. Ketika ia berdiri di halaman samping rumahnya, tiba-tiba seorang laki-laki bertubuh kecil dan pendek masuk pekarangan rumahnya di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Laki-laki itu memberikan brosur desain interior sekaligus daftar harga beberapa jenis gorden. Matori melayani mengobrol laki-laki yang tidak dikenal itu. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba pria yang mengenakan kaus dan celana training itu memukul bagian belakang kepala Matori dengan senjata tajam.

Mendapat pukulan seperti itu, Matori menangkis dengan tangan kanannya. Akibatnya kepala dan tangannya luka. Matori lalu berteriak. Laki-laki tadi lantas lari keluar menyusul rekannya yang berada di atas sepeda motor RX King B 5013 PZ di jalan samping rumah Matori.

Tanzul Arifin alias Sabar, yang menjadi terdakwa kasus percobaan pembunuhan terhadap Matori Abdul Jalil, divonis sembilan tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam persidangan itu, Tanzul secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah dalam percobaan dan perencanaan pembunuhan terhadap Wakil Ketua MPR itu.

3. Susilo Bambang Yudhoyono

Saat masih menjabat sebagai Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono pernah mendapat ancaman. Presiden SBY kala itu, mengungkapkan laporan intelijen mengenai adanya rencana gangguan keamanan terkait hasil Pemilu Presiden 2009. Dalam laporan tersebut, SBY menyebutkan ada sekelompok teroris yang melakukan latihan tembak dengan fotonya sebagai target.

“Ini intelijen, ada rekaman videonya, ada gambarnya. Bukan fitnah, bukan isu. Saya dapatkan laporan ini beberapa saat lalu,” ujar SBY pada 17 Juli 2009 lalu.

Selain itu, Presiden SBY mengaku mendapat ancaman keamanan dari pihak-pihak yang berniat tidak baik dalam kunjungan kerjanya ke Ciwidey, Jawa Barat, pada 7 Agustus 2010 silam.

“Saya mendapat laporan tadi malam dari jajaran pengamanan, ada diantara anak bangsa yang punya niat tidak baik yang sekarang ada di sekitar Ciwidey,” kata SBY saat melakukan peninjauan di Sekolah Calon Tamtama Rindam III Siliwangi, Jawa Barat, Sabtu (7/8/2010).

Kelompok teroris yang mengancam, menurut Presiden SBY telah berhasil diatasi oleh aparat keamanan dan jajaran pengamanan presiden. “Bagi jajaran pengamanan laksanakan tugas sebaik-baiknya dengan profesional. Saya tetap akan menjalankan tugas dan tidak boleh terganggu apapun,” kata SBY.

4. Wiranto

Menko Polhukam Wiranto diserang saat hendak mengunjungi peresmian gedung baru Mathla’ul Anwar, Pandeglang, Banten, pukul 11.55 WIB, Kamis (10/10/2019). Penyerangan dilakukan oleh seorang laki-laki berinisial SA alias Abu Rara yang datang ke lokasi bersama istrinya, FA. Polisi menduga pelaku terpapar paham radikal ISIS.

Wiranto mengalami luka tusukan di perut dan dibawa ke rumah sakit. Dari pihak kepolisian Kompol Daryanto turut menjadi korban penyerangan dan mengalami luka di bagian punggung. Wiranto kini tengah mendapat perawatan itensif di rumah sakit.

5. Luhut Binsar Pandjaitan dan Budi Gunawan

Selain Wiranto, dari hasil penyelidikan kerusuhan aksi 21-22 Mei 2019 di Jakarta disebutkan tidak hanya Wiranto yang akan jadi target pembunuhan, tapi juga Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala BIN Budi Gunawan serta Staf Khusus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere juga diancam akan dibunuh.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, ada empat tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan termasuk Budi Gunawan dan Gories Mere. Namun sebelum menjalankan aksinya, niat pelaku sudah terendus oleh pihak kepolisian. Pelaku kemudian ditangkap oleh polisi.

loading...