Mantan Gubernur Sulsel Rencana dimakamkam di Lappariaja

111

Gubernur Sulsel periode 1993-2003 H.Zainal Basri Palaguna telah berpulang. Dialah sosok yang mengantar Sulsel melewati masa krisis.

Kabar kepergiannya, tersebar begitu cepat. Para tokoh pun berdatangan di rumah duka, Jalan Hertasning Raya Nomor 28, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Rabu, 2 Oktober 2019.

Ada Gubernur-Wagub Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Pj. Wali Kota Makassar Iqbal S Suhaeb, Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco, dan lainnya.

H. Zainal Basri Palaguna meninggalkan istrinya Nurmi Palaguna, empat orang anak (Rini Batara Bintang, Eni Batara Maya Palaguna, Siska Mara Bintang, dan Mawang Batara Soli), beserta cucu. Mawang terlihat sangat terpukul atas kepergian ayahnya.

“Kami sedang tunggu dua orang kakak saya dan cucu bapak. Ada dari Jakarta, Bandung, dan Semarang,” kata Mawang dengan mata berkaca-kaca.

Lelaki berusia 48 tahun ini sesekali melirik ke foto keluarga yang terpajang di dinding ruangan tamu. Berusaha mengembalikan kenangan bersama ayahnya yang tersimpan di memori kepala.

“Bapak sangat penyayang juga tegas. Pesannya singkat. Berbuat baiklah kepada sesama. Kejarlah ilmu pengetahuan,” bebernya lalu pamit mendekati ibunya, dan menerima para tamu yang berdatangan.

Suami Eni Batara Maya Palaguna, Juniar Arge, terus mendampingi para keluarga H Zainal Basri Palaguna. Ia juga sangat kehilangan sosok ayah yang banyak memberikan pengetahuan politik.

“Jujur, saya tak pernah melihat bapak marah. Bapak sangat penyayang, dan selalu berpesan menjaga keluarga,” kata mantan anggota DPRD Makassar itu.

H Zainal Basri Palaguna, mengembuskan napas terakhir pukul 16.10 Wita di kediamannya. Tak ada penyakit serius, hanya batuk kecil dan luka cedera di bagian lutut kanannya yang kambuh dan menjalani terapi, sejak tahun lalu.

“Satu pekan terakhir memang bapak agak malas makan. Tapi dua hari kemarin sudah mulai membaik. Tapi yah, Allah berkata lain, hari ini bapak dipanggil,” ungkap Juniar dengan mata berkaca-kaca.

Kamis, 3 Oktober sekitar pukul 11.00 Wita, akan dilakukan proses pemakaman. Lokasinya di Lapri, Kabupaten Bone. “Perbatasan Bone-Soppeng itu lokasinya. Dimakamkan dekat makam orang tua bapak,” imbuhnya.

Tokoh Panutan

H Zainal Basri Palaguna telah menjadi tokoh yang menginsprisi warga Sulsel. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah salah satu pengagumnya.

“Beliau sosok yang sangat tegas. Berwibawa punya jiwa kepemimpinan. Itu kami kagumi. Beliau panutan kami,” kata Nurdin di rumah duka.

H Zainal Basri Palaguna berhasil melalui masa-masa krisis. Saat krisis moneter melanda Indoensia 1998, Sulsel justru tenang. Bahkan, petaninya gembira, harga coklat yang tinggi membuat petani sejahtera.

Sebagai pensiunan tentara dengan pangkat Mayor Jenderal, kedisiplinan dimiliki HZB Palaguna. “Integritas itu dimiliki. Beliau berhasil membangkitkan perekonomian petani,” ungkapnya.

H.Zainal Basri Palaguna juga berjiwa besar. Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman sempat merasakan kebaikan itu. “Waktu itu saya masih kelas empat SD. Beliau membantu Pak Mentan,” kata Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di rumah duka.

Almarhum lahir di Enrekang, Sulawesi Selatan, pada 9 Maret 1939. Ia dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Selatan menggantikan Ahmad Amiruddin.

Di bidang militer, pernah menjadi Danrem 132/Tadulako (1986-1988), Danpusterad (1990-1991), dan Pangdam VII/Wirabuana (1991-1993).

loading...